Kamu pasti pernah bertanya-tanya, apa sebenarnya yang sedang dikerjakan oleh Gubernur Jakarta saat ini? Setiap hari ada saja berita tentang kunjungan, rapat, atau kebijakan baru. Tapi informasi itu sering tersebar dan sulit dirangkai menjadi gambaran yang utuh.
Tahun 2026 menjadi periode yang sibuk bagi Gubernur Pramono Anung. Dari meresmikan LRT Kelapa Gading-Manggarai hingga menawarkan 37 proyek investasi di forum Urban 20 New York, agenda gubernur mencerminkan visi besar: menjadikan Jakarta kota global yang nyaman, inklusif, dan berdaya saing. Di Info Jakpus, kita akan membedah agenda, program, dan prioritas gubernur Jakarta sepanjang 2026.
Tiga Prioritas Utama Menjelang Usia 500 Tahun
Menjelang perayaan lima abad Jakarta pada 22 Juni 2027, Pramono Anung menetapkan tiga agenda prioritas utama yang dikebut pengerjaannya .
Pertama, perpanjangan LRT dari Velodrome menuju Manggarai. Proyek ini ditargetkan rampung pada Agustus 2026. Setelah itu, jalur akan dilanjutkan hingga Dukuh Atas untuk memperkuat konektivitas transportasi Jakarta. “Kalau ditanya apa yang paling penting, kalau saya dengan satu kata: membuat nyaman,” ujar Pramono .
Kedua, pembangunan pedestrian deck yang menghubungkan kawasan Pullman, Grand Hyatt, Hotel Indonesia Kempinski, Mandarin Oriental, hingga akses menuju MRT. Meski awalnya ditargetkan rampung awal 2027, proyek ini terus dikebut .
Ketiga, penataan kawasan Taman Semanggi. Pramono menyatakan bahwa dalam beberapa pekan ke depan, wajah Taman Semanggi akan mulai berubah menjadi lebih cantik dan nyaman bagi masyarakat Jakarta .
Program Prioritas dalam APBD 2026
Pemprov DKI Jakarta telah menetapkan APBD Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp81,32 triliun melalui Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2025 . Alokasi anggaran ini mencerminkan prioritas gubernur di berbagai sektor.
Pendidikan: Rp19,75 Triliun
Anggaran fungsi pendidikan mencapai 26,5 persen dari Belanja Daerah. Alokasi ini mencakup Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus sebesar Rp3,25 triliun, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) sebesar Rp399 miliar, penyediaan sekolah swasta gratis sebesar Rp282,46 miliar, serta rehab sekolah dan fasilitas pendidikan sebesar Rp126,12 miliar .
Kesehatan: BPJS dan Fasilitas
Pada bidang kesehatan, pos anggaran yang dialokasikan meliputi BPJS Kesehatan sebesar Rp1,40 triliun, pembangunan fasilitas kesehatan Rp360,49 miliar, penyediaan alat kesehatan Rp165,16 miliar, dan Pasukan Putih senilai Rp43,49 miliar .
Infrastruktur: Banjir dan Sampah
Dalam urusan pekerjaan umum dan tata ruang, Pemprov DKI mengalokasikan Rp3,64 triliun untuk pengendalian banjir, Rp1,38 triliun untuk pengelolaan sampah, serta pembangunan jembatan dan flyover sebesar Rp289,72 miliar .
Transportasi: Subsidi dan Integrasi
Subsidi transportasi umum mencakup TransJakarta Rp3,75 triliun, Bus Sekolah Rp105,38 miliar, MRT Jakarta Rp536,70 miliar, LRT Jakarta Rp325,28 miliar, dan layanan angkutan kapal perairan Rp100,19 miliar .
Transportasi: Fokus Utama Gubernur
Pramono Anung menempatkan transportasi sebagai salah satu prioritas utama. Dalam sambutannya jelang peresmian LRT Jakarta Rute Kelapa Gading-Manggarai, ia menyampaikan rencana perpanjangan LRT hingga Stasiun Whoosh Halim dan kawasan JIS .
“Kami akan melanjutkan LRT ini dari Kelapa Gading sampai dengan JIS, kemudian dari Velodrome sampai dengan Whoosh,” ujar Pramono di hadapan Presiden Prabowo Subianto .
Untuk pembiayaan proyek LRT, Pemprov DKI menggunakan creative financing, salah satunya obligasi daerah senilai Rp5,6 triliun pada 2027. Perpanjangan proyek LRT Manggarai-Dukuh Atas membutuhkan anggaran Rp2,7 triliun .
Ketua DPRD DKI Jakarta, Suhud Alynudin, menilai keterlibatan Danantara dalam proyek ini penting. “Beban APBD untuk proyek infrastruktur ini menggerus banyak anggaran,” ujarnya .
Program TPAKD: Sembilan Agenda Ekonomi
Gubernur Pramono Anung menetapkan Program Kerja Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi DKI Jakarta Tahun 2026 dengan sembilan agenda utama .
Pramono menegaskan seluruh program TPAKD 2026 harus berkontribusi terhadap pencapaian target makro pembangunan Jakarta: penurunan tingkat kemiskinan, pengurangan rasio gini, dan peningkatan pertumbuhan ekonomi.
“D alam kondisi ekonomi saat ini, seluruh potensi yang dapat menggerakkan ekonomi harus kita optimalkan,” kata Pramono di Balai Kota .
Dua agenda penting yang perlu diintegrasikan adalah pengelolaan sampah melalui skema insentif berbasis keuangan bagi hotel, restoran, kafe, hingga rumah tangga yang mampu mengelola sampah dengan baik. Kedua, pemanfaatan momentum penurunan jumlah RW kumuh melalui pemberdayaan masyarakat, khususnya kader PKK, Jumantik, Dasawisma, dan kelompok perempuan lainnya .
Pramono juga menyoroti pentingnya penguatan program bantuan iuran BPJS Kesehatan bagi pekerja bukan penerima upah, serta dukungan bagi UMKM agar dapat naik kelas melalui akses kredit, pembiayaan, dan digitalisasi sistem pembayaran .
Penanganan Banjir dan Mitigasi
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, memaparkan fokus APBD 2026 dalam rapat paripurna di Gedung DPRD DKI Jakarta. Untuk mitigasi banjir, Pemprov DKI menyiagakan seluruh infrastruktur pompa agar selalu dalam kondisi baik dan siap pakai .
“Pemenuhan infrastruktur pendukung juga kami lakukan secara berkesinambungan guna menghadapi potensi hujan ekstrem,” ujar Rano. Ia menambahkan bahwa pembangunan tanggul mitigasi telah dijalankan sebagai penanganan jangka pendek banjir rob di Muara Angke dan Pluit, serta percepatan normalisasi Kali Ciliwung .
Jakarta di Forum Global: Urban 20 New York
Gubernur Pramono Anung juga aktif membawa Jakarta ke panggung internasional. Pada September 2026, ia menghadiri Urban 20 (U20) Mayoral Summit 2026 di New York, Amerika Serikat .
Di hadapan para pemimpin kota dunia, Pramono menawarkan 37 proyek pengembangan kota dengan nilai investasi mencapai 7 miliar dollar AS atau sekitar Rp124,25 triliun .
“Kami mengundang para mitra kota, dunia usaha, dan mitra global untuk tidak hanya berinvestasi di Jakarta, tetapi juga bersama-sama membangun masa depan kota kita,” ujar Pramono .
Pramono juga bertemu Wali Kota New York, Zohran Kwame Mamdani. Dalam pertemuan bilateral tersebut, Mamdani secara khusus bertanya tentang langkah Jakarta mengatasi kemacetan .
Pembiayaan Infrastruktur: Rp2,11 Triliun dari Bank Jakarta-PT SMI
Untuk mendukung pembangunan infrastruktur prioritas, Bank Jakarta bersama PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) mengucurkan pembiayaan sindikasi sebesar Rp2,11 triliun. Dana ini dialokasikan untuk tujuh proyek infrastruktur prioritas .
Proyek-proyek tersebut meliputi pembangunan Flyover Latumeten, Gedung Batavia Dinas Teknis Jatibaru, Rumah Susun Padat Karya Tahap II, Rumah Susun Rorotan IX Tahap I, serta pembangunan waduk, situ, dan embung, polder dan kolam retensi, dan tanggul pengendali banjir Pesisir Pantai Tahap III .
Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H Widodo, menyatakan bahwa sinergi antara sektor keuangan dan Pemprov DKI menjadi fundamental penting dalam mendorong akselerasi pembangunan .
Tema Pembangunan 2026: Transformasi Kota Global
Perubahan RKPD 2026 mengusung tema “Transformasi Jakarta Kota Global: Penguatan Infrastruktur, Layanan Dasar, dan Fondasi Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan” .
Tema ini mencerminkan komitmen Pemprov DKI untuk mempercepat transformasi Jakarta sebagai kota global yang berdaya saing, tangguh, dan berkelanjutan. Transformasi diarahkan melalui penguatan infrastruktur terintegrasi, peningkatan kualitas layanan dasar, serta penguatan fondasi ekonomi yang inklusif, produktif, dan inovatif .
Tujuh Prioritas Pembangunan DKI 2026
Berdasarkan Perubahan RKPD 2026, terdapat tujuh prioritas pembangunan Provinsi DKI Jakarta :
Pertama, peningkatan modal manusia yang berdaya saing—fokus pada pendidikan, kesehatan, kesetaraan gender, dan penguatan budaya.
Kedua, peningkatan produktivitas dan daya saing ekonomi yang berkelanjutan—meliputi pengembangan usaha produktif, ekonomi sirkular, inovasi, pariwisata, dan ekonomi kreatif.
Ketiga, penciptaan penghidupan masyarakat yang layak dan mandiri—fokus pada penciptaan lapangan kerja, perlindungan sosial, ketahanan pangan, dan pemberdayaan masyarakat.
Keempat, transformasi tata kelola pemerintahan yang dinamis dan responsif—termasuk transformasi digital dan peningkatan layanan publik.
Kelima, peningkatan infrastruktur kota yang layak dan memadai—mencakup air minum, pengelolaan air limbah, persampahan, dan hunian layak.
Keenam, optimalisasi pembangunan rendah karbon dan berketahanan iklim—fokus pada lingkungan hidup, ruang terbuka hijau, energi terbarukan, dan ketahanan bencana.
Ketujuh, penciptaan mobilitas dan kawasan berorientasi transit—termasuk transportasi publik terintegrasi dan optimalisasi tata ruang.
Penutup
Agenda Gubernur Jakarta pada 2026 adalah cerminan dari kota yang sedang bertransformasi. Dari tiga prioritas utama menjelang usia 500 tahun, alokasi APBD yang berpihak pada layanan dasar, hingga penawaran investasi di forum global—semuanya bergerak ke satu arah: menjadikan Jakarta kota global yang nyaman, inklusif, dan berdaya saing.
Bagi warga, memahami agenda gubernur bukan sekadar mengikuti berita. Ini adalah cara untuk memastikan hak-hak kita terpenuhi, layanan publik yang kita terima berkualitas, dan suara kita didengar dalam proses pembangunan.
Untuk informasi lebih lengkap tentang kebijakan dan program Pemprov DKI, kunjungi kategori Berita Balai Kota di Info Jakpus.












