Kamu pasti pernah merasakan momen ketika harus berpindah dari satu moda transportasi ke moda lainnya, dan bertanya-tanya: “Kenapa sih tidak ada satu tiket saja untuk semuanya?” Atau ketika menunggu bus yang tidak kunjung datang, sementara kamu sudah terlambat untuk meeting pagi. Di Jakarta, pertanyaan dan keluhan seperti ini sudah menjadi bagian dari keseharian.
Tahun 2026 menjadi titik balik bagi sistem transportasi publik Jakarta. Berbagai proyek infrastruktur yang lama dinanti mulai beroperasi atau memasuki tahap akhir. Integrasi tarif yang memungkinkan perpindahan antarmoda dengan satu tiket semakin matang. Dan target ambisius untuk menjadikan transportasi publik sebagai tulang punggung mobilitas kota mulai terlihat kerangkanya. Di Info Jakpus, kita akan membedah lanskap transportasi publik Jakarta 2026 secara lengkap, dari LRT, MRT, hingga integrasi antarmoda.
LRT Jakarta: Fase 1B dan Rencana Perpanjangan
Salah satu perkembangan paling signifikan pada 2026 adalah beroperasinya LRT Jakarta Fase 1B yang menghubungkan Velodrome hingga Manggarai. Rute sepanjang 6,4 kilometer ini memiliki lima stasiun baru: Rawamangun, Pramuka BPKP, Pasar Pramuka, Matraman, dan Manggarai . Peresmian rute ini dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada September 2026 .
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyebutkan bahwa perpanjangan LRT hingga Manggarai merupakan salah satu dari tiga agenda prioritas menjelang perayaan lima abad Jakarta pada 2027. Setelah Manggarai, proyek akan dilanjutkan hingga Dukuh Atas untuk memperkuat konektivitas transportasi Jakarta .
Target Penumpang LRT
Setelah beroperasi penuh, LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai ditargetkan mampu melayani sekitar 80 ribu penumpang per hari. Pramono menyatakan bahwa di awal operasional, angka realistis mungkin berada di kisaran 50-60 ribu penumpang sebelum mencapai target penuh .
Danantara Kaji Pengembangan LRT
Presiden Prabowo Subianto secara khusus memerintahkan Badan Pengelola Investasi Danantara untuk membantu Pemprov DKI melanjutkan pembangunan LRT. COO Danantara, Dony Oskaria, menyatakan bahwa pihaknya sedang mengkaji pengembangan LRT sebagai bagian dari integrasi moda transportasi massal secara menyeluruh .
“LRT tentu sedang kita kaji, karena ini bagian daripada integrasi moda mass transportation yang sedang kita siapkan. Tidak hanya LRT, tetapi juga kereta api yang dari—kita sedang melakukan juga proses elektrifikasi dari Jakarta—Cikampek, Jakarta—Sukabumi, dan Jakarta—Merak,” ujar Dony .
Yang menarik, Danantara menekankan bahwa integrasi ini tidak akan berjalan terpisah-pisah berdasarkan operator. “Nanti ini akan terintegrasi seluruhnya, termasuk integrasi LRT dengan MRT dan juga dengan Busway. Jadi tidak terpisah-pisah mana yang menjadi porsi KAI, mana yang porsi Jakpro, dan lain sebagainya,” tegasnya .
MRT Jakarta: Fase 2A dan Jalur Timur-Barat
Sementara LRT menghubungkan wilayah timur Jakarta, MRT terus memperluas jangkauannya ke utara dan barat.
MRT Fase 2A: Menuju Kota
MRT Fase 2A yang menghubungkan Bundaran HI hingga Kota tengah dalam tahap pembangunan. Fase ini terdiri dari tujuh stasiun bawah tanah: Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota, dengan total panjang jalur sekitar 5,8 kilometer .
Gubernur Pramono Anung menyebutkan bahwa MRT Fase 2A ditargetkan mencapai Monas pada 2027 dan dilanjutkan hingga Kota pada 2029 .
MRT Jalur Timur-Barat: Kembangan-Tomang
Untuk menghubungkan wilayah timur dan barat Jakarta, saat ini sedang dilakukan pembangunan MRT Jalur Timur-Barat Fase 1 Tahap 1 (Tomang-Medan Satria) dan direncanakan Fase 1 Tahap 2 (Kembangan-Tomang). Kedua fase ini merupakan bagian dari rencana pengembangan MRT Jalur Timur-Barat (Cikarang-Balaraja) yang melintasi Provinsi Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat .
Integrasi Tarif: Satu Tiket untuk Semua Moda
Salah satu terobosan paling ditunggu adalah sistem tarif transportasi terintegrasi. Gubernur Pramono Anung menyatakan bahwa Pemprov DKI tengah menyiapkan skema yang memungkinkan masyarakat menggunakan berbagai moda transportasi umum dengan sistem pembayaran yang lebih praktis .
“Kemarin kebetulan kita rapat ada dua ticketing. Satu yang per segmen, per rute. Satu yang terintegrasi. Nah yang terintegrasi pasti ada,” kata Pramono .
Tarif Integrasi Rp10.000
Kebijakan integrasi tarif Rp10.000 yang telah berjalan sejak 2022 masih berlaku hingga kini. Skema ini mengintegrasikan layanan Mikrotrans, Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta sehingga masyarakat dapat berpindah antarmoda dalam satu perjalanan dengan tarif maksimal Rp10.000 .
Sekretaris Direktorat Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda Kemenhub, Dedy Cahyadi, menjelaskan bahwa tarif terintegrasi berlaku selama tiga jam pada jam sibuk pagi (pukul 06.00-09.00), sehingga masyarakat yang berangkat bekerja dapat memanfaatkan berbagai moda transportasi umum secara lebih praktis dan hemat .
Pembayaran dilakukan menggunakan kartu uang elektronik yang telah terhubung dengan sistem JakLingko, sehingga perpindahan antarmoda dapat dikenali secara otomatis melalui mekanisme tap-in dan tap-out .
Dampak Ekonomi Integrasi Tarif
Studi dari LPEM FEB UI menunjukkan bahwa integrasi tarif dan perluasan jaringan Transjakarta menghasilkan dampak ekonomi yang terukur. Penghematan waktu perjalanan yang diakumulasi mencapai Rp174.400 per bulan per komuter, setara dengan 1,6 persen dari total pengeluaran rumah tangga. Total penghematan waktu perjalanan bagi komuter harian dari Jabodetabek yang melakukan perjalanan di dalam Jakarta mencapai 1,8 juta jam per tahun, dengan nilai moneter mencapai Rp111,2 miliar per tahun .
Transjakarta: Jangkauan 92 Persen dan Elektrifikasi
Transjakarta tetap menjadi tulang punggung transportasi publik Jakarta. Direktur Operasional dan Keselamatan Transjakarta, Mohamad Deddy Gamawan, menyatakan bahwa cakupan Transjakarta kini telah mencapai 92 persen wilayah Jakarta .
240 Rute dan Integrasi Fisik
Transjakarta mengoperasikan 240 rute yang terdiri dari BRT, feeder, Transjabodetabek, dan layanan khusus. Rute-rute ini dirancang untuk memaksimalkan konektivitas first and last mile .
Integrasi fisik telah dibangun di berbagai simpul transportasi utama, termasuk stasiun MRT Jakarta (Bundaran HI, ASEAN, Lebak Bulus) dan stasiun LRT Jabodebek (Setiabudi, Rasuna Said, Cikoko, Cawang, Ciliwung, dan Kuningan) .
500 Bus Listrik
Transjakarta terus mempercepat elektrifikasi armadanya. Hingga 2026, Transjakarta telah mengoperasikan 500 bus listrik. Gubernur Pramono Anung menargetkan peningkatan jumlah tersebut menjadi 10.047 bus listrik pada 2030, atau seluruh armada Transjakarta terelektrifikasi .
“Roadmap kami mencakup peremajaan armada, pengadaan bus listrik baru, dan retrofit model lama. Pada 2030, target kami adalah melihat 96 persen dari kontrak operator kami saat ini bertransformasi menjadi layanan bertenaga listrik,” ujar Gamawan .
Jumlah Penumpang: Meningkat Signifikan
Data BPS DKI Jakarta menunjukkan tren positif dalam jumlah penumpang transportasi publik. Pada Juli 2026, Transjakarta melayani 40,32 juta penumpang, MRT Jakarta melayani 4,64 juta penumpang, dan LRT Jakarta mencatat 125,12 ribu penumpang .
Secara tahunan, jumlah penumpang MRT Jakarta, LRT Jakarta, dan Transjakarta meningkat masing-masing sebesar 6,13 persen, 3,06 persen, dan 7,19 persen .
Secara keseluruhan, pengguna Transjakarta, MRT, dan LRT mencapai 230,8 juta penumpang sepanjang triwulan II 2026, naik sekitar 9,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu .
Target 55 Persen Transportasi Publik pada 2045
Pemprov DKI Jakarta menetapkan target ambisius: pangsa transportasi publik mencapai 55 persen pada 2045. Saat ini, tingkat penggunaan transportasi umum di Jakarta baru mencapai 22,19 persen, tertinggal dari kota-kota besar Asia seperti Singapura, Seoul, dan Tokyo yang berada di atas 50 persen .
Untuk mencapai target tersebut, Pemprov DKI menerapkan strategi Push and Pull:
Pull Strategy — meningkatkan kualitas dan daya tarik transportasi publik melalui ekspansi rute Transjabodetabek, MRT dan LRT, transportasi gratis bagi 15 golongan masyarakat, pengembangan Transit-Oriented Development (TOD) dan Park and Ride, serta peningkatan fasilitas pedestrian, jalur sepeda, dan transportasi air .
Push Strategy — mengendalikan penggunaan kendaraan pribadi melalui ganjil-genap, disinsentif parkir bagi kendaraan yang tidak lulus uji emisi, Low Emission Zone, hingga Electronic Road Pricing .
Dekarbonisasi Transportasi
Sektor transportasi menyumbang 52 persen dari total emisi langsung di Jakarta. Untuk mencapai target Net Zero Emission (NZE) 2050, Pemprov DKI menargetkan penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 30 persen pada 2030 .
“Sektor transportasi menjadi fokus utama karena menyumbang 52 persen dari total emisi langsung di Ibu Kota,” ujar Gubernur Pramono Anung .
Penerapan Intelligent Transportation Systems (ITS) telah berkontribusi terhadap pengurangan lebih dari 8,7 juta ton CO₂e. Jakarta juga memperkuat smart mobility melalui integrasi pembayaran digital dan jaringan pengumpan Mikrotrans untuk meningkatkan konektivitas first-mile dan last-mile .
Dampak bagi Warga Jakarta Pusat
Apa artinya semua perkembangan ini bagi warga Jakarta Pusat? Ada beberapa dampak langsung yang bisa dirasakan.
Pertama, akses yang lebih mudah ke berbagai moda transportasi. Dengan integrasi tarif Rp10.000, kamu bisa berpindah dari Transjakarta ke MRT atau LRT tanpa harus membayar tarif penuh setiap kali berganti moda .
Kedua, jangkauan yang lebih luas. Dengan 92 persen wilayah Jakarta terjangkau Transjakarta, hampir semua sudut Jakarta Pusat dapat diakses dengan transportasi publik .
Ketiga, konektivitas ke luar Jakarta. Transjabodetabek dan integrasi dengan KRL, LRT Jabodebek, serta Kereta Bandara memudahkan perjalanan ke Bodetabek .
Keempat, lingkungan yang lebih bersih. Dengan 500 bus listrik yang beroperasi dan target elektrifikasi penuh pada 2030, kualitas udara Jakarta diharapkan terus membaik .
Kalau kamu ingin tahu lebih dalam tentang kinerja Pemprov DKI secara keseluruhan, kami sudah merangkumnya di artikel Kinerja Pemprov DKI 2026 lengkap dengan capaian dan tantangannya. Untuk memahami kebijakan terbaru yang memengaruhi layanan publik, baca juga Kebijakan Pemprov DKI Terbaru 2026.
Penutup
Transportasi publik Jakarta pada 2026 adalah cerita tentang transformasi yang sedang berlangsung. Dari LRT Fase 1B yang menghubungkan Velodrome-Manggarai, MRT Fase 2A yang menuju Kota, hingga integrasi tarif Rp10.000 yang memudahkan perpindahan antarmoda—semuanya bergerak ke satu arah: menjadikan transportasi publik sebagai pilihan utama mobilitas warga.
Tentu masih ada tantangan. Target 55 persen pada 2045 masih jauh dari pencapaian saat ini. Konektivitas antarmoda masih perlu ditingkatkan. Dan perubahan perilaku masyarakat membutuhkan waktu. Tapi setidaknya, arahnya sudah jelas, dan infrastrukturnya terus dibangun.
Bagi warga, memahami perkembangan ini bukan sekadar mengikuti berita. Ini adalah cara untuk memanfaatkan layanan yang tersedia, merencanakan perjalanan dengan lebih baik, dan menjadi bagian dari transformasi kota.
Untuk informasi lebih lengkap tentang kebijakan dan program Pemprov DKI, kunjungi kategori Berita Balai Kota di Info Jakpus.












